- Jaga Ketahanan Pangan, Pemdes Gondosuli Salurkan Bantuan Beras Tepat Sasaran
- Edukasi Digital RSUD Campurdarat , Menjaga Vitalitas Jantung di Tengah Tren Olahraga Urban
- Musrenbangdes Desa Dukuh: Membedah Usulan Prioritas Menuju RKP 2027
- Gubernur Jatim Tunjuk Ahmad Baharudin Laksanakan Tugas Bupati Tulungagung
- Plt. Bupati Tulungagung Ajak IPSI Perkuat Komitmen \'Jogo Tulungagung\' di Muskablub 2026
- Plt Bupati Tulungagung Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang 2025-2028
- Plt. Bupati Ahmad Baharudin Kawal Kunjungan Menag di UIN SATU Tulungagung
- Instruksi Plt Bupati Tulungagung: ASN Dilarang Lengah, Pelayanan Publik Harga Mati
- Pertahankan Reputasi Kelas Dunia, RSUD dr. Iskak Tulungagung Perkuat Kompetensi Etika dan Komunikasi
- Pemdes Salakkembang Terima Monev APBDes Semester II, Wujudkan Pengelolaan Anggaran Transparan
Buka Rakorkab PKH, Bupati Gatut Sunu - Kualitas SDM Kunci Utama Penuntasan Kemiskinan

merahputihupdate.com
TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa keberhasilan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya bergantung pada besarnya bantuan finansial, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendamping di lapangan.
Baca Lainnya :
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) sekaligus agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH Kabupaten Tulungagung pada Kamis (8/1/2026).
Di hadapan jajaran Dinas Sosial, Tim SDM PKH Provinsi Jawa Timur, serta para pendamping PKH tingkat kecamatan, Bupati menekankan bahwa Rakorkab ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan mengevaluasi pelaksanaan program agar tetap tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
"PKH adalah instrumen utama pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Program ini tidak boleh berjalan biasa-biasa saja; harus memberikan dampak nyata bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," tegas Gatut Sunu.
Meskipun PKH bertujuan memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui akses pendidikan dan kesehatan, Bupati mengakui masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait validitas data di lapangan.
"Persoalan akurasi data, efektivitas pendampingan, serta upaya mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gatut Sunu juga mengingatkan para peserta untuk memegang teguh arahan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yaitu prinsip "Bekerja, Bergerak, dan Berdampak".
Ia meminta agar setiap program tidak hanya terjebak pada rutinitas administratif, melainkan menghasilkan perubahan taraf hidup yang signifikan bagi masyarakat.
Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung seluruh program penanggulangan kemiskinan. Ia optimis, dengan kerja kolaboratif dan dedikasi tinggi dari para pendamping, angka kemiskinan di Tulungagung dapat ditekan secara maksimal.











