- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Plt Bupati Tulungagung Dorong Sinergi Lintas Sektor
- Bhabinkamtibmas Desa Boro Brigadir M. VICKY NORNANDA, S.H. Melaksanakan monitoring penanaman jagung
- Ramai Jadi Perbincangan, Ada Apa di Balik Proyek JUT Rp63 Juta Desa Sukorejo Kulon?
- Plt. Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Kolaboratif Tiga Hari Besar Nasional 2026
- Sinergi Asta Cita, Langkah Nyata Polri Dorong Swasembada Jagung
- Double Momentum di Dapur MBG Kepuhrejo,Peringati Idul Adha Sekaligus Genap Setahun Berkiprah
- Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan
- Sambil Ngopi dan Jagong Santai, Sekjen LSM BERANTASS Bereaksi Keras Soal Polemik KP-SPAM
- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-118 SMKN 1 REJOTANGAN 20 Mei 2026
- Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya
Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Tulungagung Ikuti Rakor Bencana Hidrometeorologi

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya pada Selasa, 7 April 2026.
Pertemuan berskala provinsi ini digelar sebagai langkah krusial untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya dalam menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi akan melanda sepanjang tahun ini.
Fokus Utama: Ketahanan Pangan dan Ketersediaan Air
Baca Lainnya :
- Optimalkan Standar Pelayanan, SPPG Yayasan Cesmid Tulungagung Lakukan Pembenahan Menyeluruh0
- Bupati Gatut Sunu Beri Harapan Baru untuk Rumah Ibu Tutik0
- Pererat Silaturahmi, RSUD dr. Iskak Tulungagung Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Kerja0
- Bapenda Tulungagung Ikuti High Level Meeting Persiapan Championship TP2DD 2026 0
- Pererat Ukhuwah dan Kepedulian, Bupati Gatut Sunu Hadiri Halalbihalal IKAPPDAR se-Karesidenan Kediri0
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan perhatian serius terhadap mitigasi bencana kekeringan. Ia menekankan bahwa langkah antisipatif harus segera dilakukan guna melindungi sektor-sektor vital masyarakat.
"Kami harus siap menghadapi potensi kemarau panjang ini dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi. Fokus utama kami adalah menjaga ketahanan pangan agar tidak terganggu dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap tercukupi," ujar Bupati Gatut Sunu di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi internal di tingkat Pemkab Tulungagung akan diperketat, terutama melibatkan Dinas Pertanian dan BPBD untuk memetakan wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah rawan kekeringan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya mengajak seluruh kepala daerah untuk bergerak cepat, taktis, dan terukur. Mengingat dampak fenomena hidrometeorologi kering tidak hanya berimbas pada sektor domestik, tetapi juga risiko lingkungan yang lebih luas.
Penanganan Kekeringan: Distribusi air bersih ke wilayah terpencil.
Pencegahan Karhutla: Mitigasi kebakaran hutan dan lahan, terutama di area pegunungan.
Stabilitas Pangan: Menjaga siklus tanam agar pasokan pasar tetap aman.
"Dengan sinergi dan kesiapsiagaan bersama, kita dapat menjaga stabilitas pangan dan keselamatan masyarakat. Semua pihak harus sigap sebelum krisis benar-benar terjadi," tegas Khofifah.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam Rakor ini menunjukkan komitmen kolektif yang kuat. Tercatat hadir dalam acara tersebut:
Komandan Kodim (Dandim) se-Jawa Timur.
Kapolrestabes dan Kapolres jajaran.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).
Administratur Perum Perhutani.
Kepala Dinas Pertanian serta Kepala BPBD dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Sinergi antara TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi teknis diharapkan mampu menciptakan sistem peringatan dini yang efektif serta penanganan darurat yang lebih responsif di lapangan.
Dengan partisipasi aktif Bupati Gatut Sunu Wibowo dalam forum ini, Pemkab Tulungagung optimistis dapat meminimalisir dampak negatif musim kemarau 2026 dan tetap menjaga produktivitas daerah di tengah tantangan iklim yang ada.
(PROKOPIM TULUNGAGUNG)











