- Polres Tulungagung Bongkar Lokasi Perjudian Sabung Ayam Dan Dadu di Desa Bono
- Plt Bupati Tulungagung Ajak PKB Bersinergi Kawal Pembangunan dan Jaga Kondusifitas Daerah
- Buka Jalan Rabat Beton Desa Manding, Plt. Bupati Tulungagung Juga Salurkan Bansos
- Plt Bupati Tulungagung,Kesaktian Pancasila Jadi Pemantik Kemajuan dan Kondusivitas Daerah
- RSUD dr. Iskak Tulungagung Ditunjuk Jadi Pilot Project Reformasi Kebijakan Strategis JKN Kemenkes RI
- Kawal DBHCHT 2026, Kominfo Tulungagung Pastikan Penggunaan Dana Cukai Transparan
- Ketok Palu P-APBD 2026, DPRD Tulungagung Kasih 12 Catatan Penting
- Plt. Bupati Tulungagung Baharudin Pimpin Apel Kebangsaan 3 Pilar
- Plt. Bupati Tulungagung Lepas Dua Tim Muda ke Piala Suratin Jatim
- Polres Tulungagung Kembali Edukasi Pelajar, 180 Siswa SMAN 1 Kalidawir Belajar Manfaatkan AI
Zuckerberg akan Berhenti Pimpin Facebook?
Buntut Anjloknya di Bursa Saham

Keterangan Gambar : Mark Zuckerberg
Jakarta - Harga saham Facebook terus terjun bebas. Rekor harga terendah terjadi baru-baru ini senilai USD 19,06 dari harga awalnya USD 38. Buruknya performa saham Facebook ini memunculkan spekulasi bahwa Mark Zuckerberg tidak seharusnya terus memimpin Facebook sebagai CEO.
Seorang analis industri menilai bahwa Zuckerberg yang dikenal dengan dandanan kasualnya bisa fokus pada urusan teknologi di Facebook. Sedangkan bisnis Facebook dipegang oleh orang yang benar-benar kompeten.
"Saya pikir ada rasa kurang percaya terhadap kemampuannya untuk menjalankan korporasi," kata Andre Stoltman, pengacara sekuritas di New York yang TerasJakarta kutip dari ComputerWorld, Minggu (19/8/2012).
"Zuckerberg, dipandang dari sisi manapun memang adalah orang yang jenius. Akan tetapi Anda seharusnya memiliki chief executive yang dewasa dan lebih berpengalaman dalam menjalankan perusahaan tersebut," imbuhnya.
Namun demikian, Zuckerberg tetap punya dukungan untuk terus memimpin Facebook. Patrik Moorhead, analis di Moor Insights & Strategy, menyatakan masih terlalu awal untuk membicarakan kemungkinan pergantian CEO Facebook.
"Dia telah menyediakan visi yang diperlukan Facebook untuk menjadi sebesar sekarang dan mereka tetap akan membutuhkan dia sebagai pemandu. Zuckerberg harus tetap ada di posisi top sekarang," kata Patrik.
Karten Weide selaku analis di IDC menyatakan pula bahwa Zuckerberg tidak akan memberi kesempatan pada orang lain untuk memimpin perusahaan yang didirikannya itu.
"Mark Zuckerberg tidak akan lengser dalam waktu dekat. Dia adalah pria dalam sebuah misi, yaitu ingin memaksa dunia, jika perlu, agar lebih terbuka. Dan sebagai pria dalam sebuah misi, dia tidak mengutamakan soal bisnis," demikian pendapat Karten.











