Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Upacara Ulur-Ulur Telaga Buret, Tekankan Syukur dan Pelestarian Alam

By admin 24 Apr 2026, 02:55:13 WIB Berita Daerah
Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Upacara Ulur-Ulur Telaga Buret, Tekankan Syukur dan Pelestarian Alam


​TULUNGAGUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan wisata ekosistem Telaga Buret yang terletak di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, pada Jumat (24/4/2026). Ratusan warga dari berbagai desa berkumpul menjadi satu dalam prosesi Upacara Adat Tradisi Ulur-Ulur, sebuah ritual turun-temurun yang kini telah menjadi ikon budaya dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Tulungagung.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir didampingi oleh Istri, Ny. Yuyun Wahyuni. Kehadiran orang nomor satu di Tulungagung tersebut disambut hangat oleh masyarakat serta para tokoh adat yang tergabung dalam Paguyuban Sendang Tirto Mulyo.

Baca Lainnya :

​Tak hanya Plt. Bupati, kemeriahan ritual ini juga disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, jajaran unsur Forkopimcam Campurdarat, serta para Kepala Desa dari empat desa yang selama ini menggantungkan hidup pada aliran air Telaga Buret, yakni Desa Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa tradisi Ulur-Ulur memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun sosial-ekonomi. 

​Dalam sambutannya di tengah prosesi adat, Ahmad Baharudin tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menyoroti fenomena alam Telaga Buret yang airnya tetap melimpah ruah dan tidak pernah mengering meski musim kemarau panjang melanda.

​"Telaga Buret adalah berkah luar biasa bagi kita semua. Air dari sini merupakan urat nadi yang menghidupi ratusan hektare lahan pertanian di empat desa sekitar. Tanpa kelestarian telaga ini, kesejahteraan petani kita bisa terancam. Oleh karena itu, rasa syukur harus kita wujudkan dengan menjaga alamnya," tegas Ahmad Baharudin di hadapan para peserta upacara.

​Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara dan masyarakat adat yang tetap teguh memegang teguh tradisi leluhur selama puluhan tahun. Menurutnya, konsistensi ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Tulungagung sangat menghargai sejarah dan identitasnya.

​Tradisi Ulur-Ulur rutin digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa. Ritual ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang mengandung tiga pilar utama:

​Dimensi Spiritual: Bentuk penghambaan dan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas nikmat sumber daya alam.

​Dimensi Sosial: Menjadi sarana pemersatu (gotong royong) antarwarga dari berbagai desa yang berbagi sumber air yang sama.

​Dimensi Ekologis: Mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga hutan di sekitar telaga agar resapan air tetap terjaga.

​Menutup arahannya, Plt. Bupati menyampaikan visi besar Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk masa depan Telaga Buret. Ia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan maupun pengembangan infrastruktur pendukung, agar tradisi ini masuk dalam kalender wisata nasional.

​"Kami ingin Tradisi Ulur-Ulur dan kawasan Telaga Buret ini terus berkembang. Kedepan, ini harus menjadi destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam dengan kekentalan budaya lokal. Dengan begitu, ekonomi kreatif warga sekitar juga akan ikut terangkat," tambahnya optimis.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti penyiraman air suci dan doa bersama, yang ditutup dengan ramah tamah antarwarga. Suasana kebersamaan yang hangat ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah modernisasi, harmoni antara manusia, budaya, dan alam tetap menjadi fondasi utama keberlangsungan hidup di Tulungagung




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment