Breaking News
- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Plt Bupati Tulungagung Dorong Sinergi Lintas Sektor
- Bhabinkamtibmas Desa Boro Brigadir M. VICKY NORNANDA, S.H. Melaksanakan monitoring penanaman jagung
- Ramai Jadi Perbincangan, Ada Apa di Balik Proyek JUT Rp63 Juta Desa Sukorejo Kulon?
- Plt. Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Kolaboratif Tiga Hari Besar Nasional 2026
- Sinergi Asta Cita, Langkah Nyata Polri Dorong Swasembada Jagung
- Double Momentum di Dapur MBG Kepuhrejo,Peringati Idul Adha Sekaligus Genap Setahun Berkiprah
- Kabag SDM Polres Tulungagung Monitoring Tanaman Jagung di Desa Bendungan
- Sambil Ngopi dan Jagong Santai, Sekjen LSM BERANTASS Bereaksi Keras Soal Polemik KP-SPAM
- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-118 SMKN 1 REJOTANGAN 20 Mei 2026
- Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya
Perkuat Sinergi dari Hulu ke Hilir, Pemkab Tulungagung Gelar FGD Strategi Pengelolaan Sampah

TULUNGAGUNG – Masalah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius di Kabupaten Tulungagung. Guna mencari solusi efektif, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Pemilihan Alternatif Strategi Pengelolaan Sampah, Rabu (4/3/2026).
Bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tulungagung, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan. Diskusi lintas sektor ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkim, Dinas Pendidikan, hingga perwakilan kewilayahan seperti Lurah Botoran, Kepala Desa Samar, serta pengelola UPT Pasar Nglempak dan Forum Komunitas Hijau.
Fokus pada Penguatan Sistem dari Sumber
Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa pengelolaan sampah di Tulungagung perlu diperkuat secara menyeluruh, baik di tingkat hulu maupun hilir. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan meliputi:
Pengelolaan di Sumber: Optimalisasi pemilahan sampah di sekolah, pasar, dan perkantoran.
Optimalisasi Fasilitas: Mendorong fungsi TPS3R, rumah kompos, dan bank sampah agar lebih produktif.
Standarisasi Hilir: Memastikan pengelolaan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
"Pemilahan sampah dari sumber adalah langkah kunci. Jika ini berjalan, beban di TPA akan berkurang secara signifikan," ungkap salah satu peserta diskusi.

Kolaborasi Lintas Sektor
Sektor pendidikan diharapkan mengambil peran besar melalui program Adiwiyata untuk menanamkan budaya pilah sampah sejak dini. Di sisi lain, peran aktif masyarakat di tingkat desa dan kelurahan, serta manajemen sampah di area komersial seperti pasar, menjadi pilar utama dalam mewujudkan sistem yang berkelanjutan.
Belajar dari praktik baik di berbagai daerah, keberhasilan tata kelola sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga konsistensi kebijakan, dukungan regulasi, dan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas hijau, dan warga, Kabupaten Tulungagung optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal di masa depan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











