- Polres Tulungagung Bongkar Lokasi Perjudian Sabung Ayam Dan Dadu di Desa Bono
- Plt Bupati Tulungagung Ajak PKB Bersinergi Kawal Pembangunan dan Jaga Kondusifitas Daerah
- Buka Jalan Rabat Beton Desa Manding, Plt. Bupati Tulungagung Juga Salurkan Bansos
- Plt Bupati Tulungagung,Kesaktian Pancasila Jadi Pemantik Kemajuan dan Kondusivitas Daerah
- RSUD dr. Iskak Tulungagung Ditunjuk Jadi Pilot Project Reformasi Kebijakan Strategis JKN Kemenkes RI
- Kawal DBHCHT 2026, Kominfo Tulungagung Pastikan Penggunaan Dana Cukai Transparan
- Ketok Palu P-APBD 2026, DPRD Tulungagung Kasih 12 Catatan Penting
- Plt. Bupati Tulungagung Baharudin Pimpin Apel Kebangsaan 3 Pilar
- Plt. Bupati Tulungagung Lepas Dua Tim Muda ke Piala Suratin Jatim
- Polres Tulungagung Kembali Edukasi Pelajar, 180 Siswa SMAN 1 Kalidawir Belajar Manfaatkan AI
Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas

TULUNGAGUNG – Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri prosesi sakral Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas.
Ritual tahunan ini berlangsung khidmat di Griya Dalem Kanjengan, Kelurahan Kampungdalem, pada Jumat (3/7/2026).
Baca Lainnya :
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 20260
- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Plt Bupati Tulungagung Dorong Sinergi Lintas Sektor0
- Plt. Bupati Tulungagung Pimpin Upacara Kolaboratif Tiga Hari Besar Nasional 20260
- Double Momentum di Dapur MBG Kepuhrejo,Peringati Idul Adha Sekaligus Genap Setahun Berkiprah0
- Sambil Ngopi dan Jagong Santai, Sekjen LSM BERANTASS Bereaksi Keras Soal Polemik KP-SPAM0
Tradisi yang digelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan budaya adiluhung yang terus dijaga eksistensinya.
Bagi masyarakat Tulungagung, ritual ini merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus perwujudan pelestarian nilai-nilai luhur.
Dalam prosesi tersebut, pusaka Tombak Kyai Upas dibersihkan (dijamas) menggunakan Nawa Tirta, yaitu air yang diambil dari sembilan sumber mata air suci, kemudian dipadukan dengan bunga tujuh rupa (kembang setaman).
Secara fisik, jamasan ini bertujuan untuk merawat dan menjaga kondisi fisik pusaka agar tetap terawat. Namun secara spiritual, tradisi ini sarat akan makna tolak bala serta menjadi momentum memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Tulungagung senantiasa dilimpahi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan bahwa Jamasan Kyai Upas adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan jati diri masyarakat daerah.
"Melalui momentum yang sakral ini, mari kita bersama-sama memohon doa. Semoga masyarakat Tulungagung senantiasa diberikan kesehatan, dijauhkan dari marabahaya, serta Kabupaten Tulungagung tetap aman, damai, semakin maju, dan sejahtera," ujar Ahmad Baharudin di sela-sela acara.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berkomitmen untuk menjaga, merawat, dan mengenalkan warisan budaya turun-temurun ini kepada generasi penerus. Langkah ini dinilai penting agar nilai-nilai sejarah dan kekayaan budaya bangsa tidak luntur digerus zaman, melainkan tetap menjadi kebanggaan bagi generasi masa depan.











